Author: icnurezha

About icnurezha

Simple dan gag repot.

Kondisi Pada Bahasa C di linux

1.      Menggunakan kondisi IF-ELSE pada Bahasa C didalam Linux

Pernyataan kondisi adalah suatu algoritma dimana Jika kondisi benar, maka pernyataan akan diproses. Sebaliknya, jika kondisi bernilai salah, maka pernyataan tidak akan diproses. Kondisi harus ditulis di dalam tanda kurung, sedangkan pernyataan dapat berupa pernyataan tunggal, majemuk, atau pernyataan kosong.
Bentuk umum kondisi pada C hampir sama dengan bentuk umum kondisi pada bahasa pemrograman lain, seperti IF, IF-ELSE, SWITCH-Case.
Berikut ini adalah contoh program dengan menggunakan IF-ELSE. Dimisalkan pada suatu sekolah diadakan sebuah ujian bersama, dan sekolah tersebut membutuhkan program untuk menginput nilai dari para siswanya, dibawah ini adalah salah satu program untuk memecahkan masalah tersebut, dengan langkah-langkahnya sebagai berikut:
Pertama buka dahulu distro Kuliax 6.0 pada Vmware Player, kemudian tampilkan Terminal pada menu aplikasi, setelah muncul tampilan terminal, ketik vi lam1-2.c, kemudian enter akan muncul tampilan kosong terminal, setelah itu tekan insert dan ketikan kodingan seperti tampak pada tampilan dibawah ini:
Image
 Script Dasarnya:
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
int main()
{
int a;
printf(“Masukan Inputan Angka : \n”);
scanf(“%d”,&a);if(a%2==1)
printf(“\n Ganjil \n”);
else
printf(“\n Genap \n”);
getch ();
return 0;
}

Setelah selesai mengetikan source nya pada terminal, kemudian tekan tombol ESC, tekan [Shift] + [:], dan ketikan wq, maka akan muncul tampilan awal terminal.
Pada saat tampilan sedang diproses, lakukan compile untuk mengecek hasil penulisan source yang telah ditulis sebelumnya dengan mengetik  sesuai format compile :
gcc (nama-file-pertama.c) –o (nama-file-baru)
kemudian tekan enter, jika tidak ada komentar yang berlebih maka bisa diartikan bahwa program sudah dianggap benar/fix. Setelah mengkompile, lakukan pemrosesan data (eksekusi) dengan mengetikan :
./(nama-file-baru pada saat mengkompile)
Misalkan pada awal pertanyaan akan diisi dengan angka 50, maka akan muncul pernyataan “ANDA TIDAK LULUS UJIAN !!!”, mengapa? Karena pada source kode tertulis jika siswa dinyatakan lulus harus memiliki nilai lebih dari 65, lainnya dianggap tidak lulus.
                Agar lebih jelasnya, bisa langsung dilakukan praktiknya dengan petunjuk seperti pada tampilan dibawah ini:
TAMPILANNYA:
 Image
Jika sudah muncul dengan apa yang kita inginkan pada source kode yang dibuat sebelumnya, maka program telah sukses dieksekusi.
2.      Menggunakan kondisi SWITCH-CASE pada Bahasa C didalam Linux
Pernyataan SWITCH-CASE adalah suatu algoritma dimana Jika kondisi benar, maka pernyataan pertama yang akan diproses, jika salah maka akan berlanjut pada pernyataan kedua, hingga pernyataan yang terakhir ditentukan.
Konsep ini sama seperti konsep Select-Case ada bahasa pemrograman lain, seperti COBOL, Pascal, dll.
Berikut ini adalah contoh program dengan menggunakan SWITCH-CASE. Dimisalkan pada pada suatu restoran yang menawarkan berbagai menu makanan, agar mempermudah proses perhitungan, maka dibutuhkan program untuk memecahkan masalah tersebut, dengan langkah-langkahnya sebagai berikut:
Pertama buka dahulu distro Kuliax 6.0 pada Vmware Player, kemudian tampilkan Terminal pada menu aplikasi, setelah muncul tampilan terminal, ketik vi lam1-3.c, kemudian enter akan muncul tampilan kosong terminal, setelah itu tekan insert dan ketikan kodingan seperti tampak pada tampilan dibawah ini:
Image
Script Dasarnya:
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
int main()
{
int pilih;
printf(“========== MENU ========== \n”);
printf(“1. Nasi Goreng \n”);
printf(“2. Mie Goreng \n”);
printf(“3. Ayam Goreng \n”);
printf(“Masukan Pilihan Menu Anda : \n”);
scanf(“%d”,&pilih);
switch(pilih);
{
case 1:printf(“\n Anda Memilih Nasi Goreng \n”);
break;
case 2:printf(“\n Anda Memilih Mie Goreng \n”);
break;
case 3:printf(“\n Anda Memilih Ayam Goreng \n”);
break;
default:printf(“\n Pilihan Tidak Ada Pada Menu !!! \n”);
}
getch ();
return 0;
}
                Setelah selesai mengetikan source nya pada terminal, kemudian tekan tombol ESC, tekan [Shift] + [:], dan ketikan wq, maka akan muncul tampilan awal terminal.
                Pada saat tampilan sedang diproses, lakukan compile untuk mengecek hasil penulisan source yang telah ditulis sebelumnya dengan mengetik  sesuai format compile :
gcc (nama-file-pertama.c) –o (nama-file-baru)
kemudian tekan enter, jika tidak ada komentar yang berlebih maka bisa diartikan bahwa program sudah dianggap benar/fix. Setelah mengkompile, lakukan pemrosesan data (eksekusi) dengan mengetikan :
./(nama-file-baru pada saat mengkompile)
Misalkan pengunjung restoran akan memesan pilihan makana “Nasi Goreng”, maka pengunjung restoran hanya tinggal memasukan angka pilihan no 1, yaitu nasi goreng selanjutnya sama, yang berbeda adalah pilihannya saja. Dan untuk pernyataan terakhir jika tidak menginput angka 1-3, maka akan muncul pernyataan “Pilihan Tidak Ada !!!”.
                Agar lebih jelasnya, bisa langsung dilakukan praktiknya dengan petunjuk seperti pada tampilan dibawah ini:
TAMPILANNYA:
Image
Jika sudah muncul dengan apa yang kita inginkan pada source kode yang dibuat sebelumnya, maka program telah sukses dieksekusi.
Semoga Memberi Manfaat.
Advertisements

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA

1. Pengertian Ideologi

Ideologi  secara  praktis diartikan  sebagai system dasar  seseorang  tentang nilai-nilai dan tujuan-tujuan serta sarana-sarana pokok untuk mencapainya. Jika diterapkan oleh Negara  maka  ideology  diartikan  sebagai   kesatuan  gagasan-gagasan   dasar  yang disusun                     secara      sistematis dan       dianggap                menyeluruh               tentang                 manusia          dan kehidupannya, baik sebagai individu, social, maupun dalam kehidupan bernegara.

2. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila  jika  dilihat  dari  nilai-nilai  dasarnya,  dapat  dikatakan  sebagai  ideologi terbuka.  Dalam  ideology  terbuka  terdapat  cita-cita  dan  nilai-nilai  yang  mendasar, bersifat  tetap  dan  tidak  berubah.  Oleh  kareanya  ideology  tersebut  tidak  langsung bersifat operasional, masih harus dieksplisitkan,  dijabarkan melalui penafsiran  yang sesuai dengan konteks jaman. Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki ideologi- ideologi idealitas, normative dan realities.

3. Perbandingan antara Ideologi Liberalisme, Komunisme dan Pancasila

a. Liberalisme

Jika dibandingkan  dengan ideology Pancasila  yang secara khusus norma-normanya terdapat di dalam Undang-Undang Dasar 1945, maka dapat dikatakan bahwa hal-hal yang terdapat di dalam liberalisme terdapat di dalam pasal-pasal UUD 1945, tetapi Pancasila menolak liberalisme sebagai ideology yang bersifat absolutisasi dan determinisme.

b. Ideologi Komunis

Ideologi   komunisme   bersifat   absolutisasi   dan   determinisme,   karena   memberi perhatian yang sangat besar kepada kolektivitas atau masyarakat, kebebasan individu, hak  milik  pribadi  tidak  diberi  tempat  dalam  Negara  komunis.  Manusia  dianggap sebagai “sekrup” dalam sebuah kolektivitas.

c. Ideologi Pancasila

Pancasila  sebagai  Ideologi  memberi  kedudukan  yang  seimbang  kepada  manusia sebagai makhluk individu dan makhluk social. Pancasila bertitik tolak dari pandangan bahwa  secara  kodrati  bersifat  monopluralis,  yaitu  manusia  yang  satu  tetapi  dapat dilihat dari berbagai dimensi dalam aktualisasinya.

MAKNA SILA-SILA PANCASILA

1. Arti dan Makna Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Manusia  sebagai  makhluk   yang  ada  di  dunia  ini  seperti  halnya  makhluk  lain diciptakan  oleh  penciptanya.  Pencipta  itu  adalah  kausa  prima  yang  mempunyai hubungan dengan yang diciptakannya. Manusia sebagai makhluk yang dicipta wajib melaksanakan perintah Tuhan dan menjauhi larangan-Nya.

2. Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Manusia  ditempatkan  sesuai  dengan  harkatnya.  Hal  ini  berarti  bahwa  manusia

mempunyai  derajat  yang  sama  di  hadapan  hukum.  Sejalan  dengan  sifat  universal bahwa  kemanusiaan  itu  dimiliki  oleh  semua  bangsa,  maka  hal  itupun  juga  kita terapkan dalam kehidupan bangsa Indonesia.  Sesuai dengan hal itu, hak kebebasan dan kemerdekaan dijunjung tinggi.

3. Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia

Makna persatuan hakekatnya adalah satu, yang artinya bulat, tidak terpecah. Jika persatuan Indonesia dikaitkan dengan pengertian modern sekarang ini, maka disebut nasionalisme.  Oleh karena rasa satu  yang sedemikian  kuatnya,  maka timbulah  rasa cinta bangsa dan tanah air.

4. Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Perbedaan  secara  umum  demokrasi  di  barat  dan  di  Indonesia  yaitu  terletak  pada

permusyawarata.  Permusyawaratan  diusahakan  agar dapat menghasilkan  keputusan- keputusan yang diambil secara bulat. Kebijaksaan ini merupakan suatu prinsip bahwa yang diputuskan itu memang bermanfaat bagi kepentingan rakyat banyak.

5. Arti dan Makna Sila Keadila Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan berarti adanya persamaan dan saling menghargai karya orang lain. Jadi seseorang  bertindak  adil apabila dia memberikan  sesuatu  kepada orang lain sesuai dengan haknya. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis dan meningkat.

6. Pentingnya Paradigma dalam Pembangunan

Pembangunan   yang  sedang  digalakkan  memerlukan  paradigma,   suatu  kerangka

berpikir   atau   suatu   model   mengenai   bagaimana   hal-hal   yang   sangat   esensial dilakukan. Pembangunan dalam perspektif Pancasila adalah pembangunan yang sarat muatan nilai yang berfungsi menajdi dasar pengembangan visi dan menjadi referensi kritik terhadap pelaksanaan pembangunan.

7. Pancasila sebagai Orientasi dan Kerangka Acuan a. Pancasila sebagai Orientasi Pembangunan

Pada saat ini Pancasila lebih banyak dihadapkan pada tantangan berbagai varian kapitalisme daripada komunisme atau sosialisme. Ini disebabkan perkembangan kapitalisme yang bersifat global. Fungsi Pancasila ialah memberi orientasi untuk terbentuknya   struktur   kehidupan   social-politik   dan   ekonomi   yang   manusiawi, demokratis dan adil bagi seluruh rakyat.

b. Pancasila sebagai Kerangka Acuan Pembangunan

Pancasila   diharapkan   dapat   menjadi   matriks   atau   kerangka   referensi   untuk membangun  suatu  model  masyarakat   atau  untuk  memperbaharui   tatanan  social budaya.

PANCASILA SEBAGAI SISTEM NILAI

1. Pengertian Nilai

Nilai pada hakekatnya adalah sifat atau kualitas yang melekat pada suatu objek. Jadi, bukan objek itu sendiri yang dinamakan nilai.

2. Macam – Macam Nilai

Nilai dasar dijabarkan lebih lanjut oleh dengan cara interpretasi menjadi nilai

instrumental. Rumusan nilai instrumental ini masih berupa rumusan umum yang berwujud norma-norma. Nilai instrumental ini kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam nilai prakris, yang berwujud indicator-indikator yang sifatnya sangat konkrit berkaitan suatu bidang dalam kehidupan.

Dalam konteks hidup bernegara, maka Pancasila sebagai dasar Negara dan asas kerohanian Negara merupakan nilai dasar. Nilai dasar ini dijabarkan lebih lanjut dalam nilai instrumental, yaitu berupa UUD’45 sebagai hukum dasar tertulis.

3. Sistem Nilai dalam Pancasila

Nilai-nilai Pancasila bagi bangsa Indonesia menjadi landasan, dasar, serta motivasi atas segala perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari dan dalam kehidupan kenegaraan.

4. Bentuk dan Susunan Pancasila.

Bentuk Pancasila di dalam pengertian ini diartikan sebagai rumusan Pancasila sebagaimana tercantum di dalam alinea IV Pembukaan UUD’45. Pancasila sebagai suatu sistem nilai disusun berdasarkan urutan logis keberadaan unsur-unsurnya. Susunan sila-sila Pancasila merupakan kesatuan yang organis, satu sama lain membentuk suatu system yang disebut dengan istilah “Majemuk Tunggal”.

Pancasila sebagai satu kesatuan system nilai, juga membawa implikasi bahwa antara sila yang satu dengan sila yang lain saling mengkualifikasi. Hal ini berarti bahwa antara sila yang satu dengan yang lain, saling memberi kualitas, memberi bobot isi.

Pendidikan Pancasila

ADasar Pemikiran Pendidikan Pancasila

Era   globalisasi   menuntut   adanya   berbagai   perubahan.   Demikian   juga   bangsa Indonesia   pada  saat  ini  terjadi  perubahan  besar-besaran   yang  disebabkan   oleh pengaruh dari luar maupun dari dalam negeri.

Kesemuanya di atas memerlukan kemampuan warga Negara yang mempunyai bekal ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berlandaskan pada nilai-nilai keagamaan dan nilai-nilai budaya bangsa.

BLandasan Pendidikan Pancasila

1. Landasan Historis

Di dalam kehidupan bangsa Indonesia tersebut prinsip hidup yang tersimpul di dalam pandangan hidup atau fisafat hidup bangsa (jati diri) yang oleh para pendiri bangsa/Negara   dirumuskan   dalam   rumusan   sederhana   namun   mendalam   yang meliputi lima prnsip, yaitu Pancasila.

2. Landasan Kultural

Bangsa Indonesia memiliki kepribadian tersendiri yang tercermin di dalam nilai-nilai budaya yang telah lama ada. Nilai-nilai budaya sebagai nilai dasar berkehidupan berbangsa dan bernegara dirumuskan dalam Pancasila.

3. Landasan Yuridis

Undang-undang  RI  Nomor  2  Tahun  1989  tentang  Sistem  Pendidikan  Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, Keputusan Dirjen  Dikti  Nomor  265  Tahun  2000  mengatur  tentang  perlunya  mata  kuliah Pendidikan Pancasila.

4. Landasan Folosofis

Nilai-nilai      Pancasila    merupakan   dasar    filsafat     Negara,    maka    dalam     aspek penyelenggaraannya  Negara  harus  bersumber  pada  nilai-nilai  Pancasila  termasuk system perundang-perundangan di Indonesia.

3. Tujuan Pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang beriman dan

bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berperikemanusiaan yang adil dan beradab, mendukung kerakyatan yang mengutamakan upaya mewujudkan suatu keadlan social dalam masyarakat.

KAJIAN ILMIAH-FILSAFATI PENDIDIKAN PANCASILA

1. Pendekatan Ilmiah-filsafati dalam Pendidikan Pancasila

Pendekatan ilmiah mengandaikan adanya disiplin ilmu sebagai landasannya.

2. Macam-macam Ilmu Pengetahuan a. Klasifikasi Ilmu Pengetahuan

– Ilmu-ilmu alam (Natural Sciences)

– Ilmu-ilmu sosial (Social Sciences)

– Ilmu-ilmu kemanusiaan/humaniora (The Humanities)

b. Filsafat sebagai Ilmu Kritis

“Filsafat adalah ciri berpikir manusia yang bersifat radikal, sistematis dan universal.”

Sidi Gazalba (1974)

Filsafat berciri radikal karena hal yang dibicarakan diupayakan tuntas ke akar permasalahan sampai kepada hakekatnya.  Filsafat berciri sistematis artinya berpikir secara  logis  selangkah  demi  selangkah  dan  menunjukkan   hu  dandamenunjukan hubungan  yang utuh dan saling berkaitan  satu sama  lain. Filsafat  berciri universal dimaksudkan karena filsafat memandang persoalan secara umum, menyeluruh, tidak terikat ruang dan waktu.

Objek kajian dalam filsafat :

# Alam (Kosmologi)

# Manusia  (Filsafat  manusia,  Filsafat  social-politik  Filsafat  moral  (etika),  Filsafat

Kebudayaan)

# Tuhan (Filsafat ketuhanan)

c. Ilmu Pengetahuan Empiris

Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi sehingga sesuatu itu dapat dikatakan sebagai suatu imu. Poedjawijaya menyebutnya sebagai syarat ilmiah (Kaelan, 1998), yaitu :

1. Berobjek

2. Bermetode

3. Bersistem

4. Bersifat Universal

SEJARAH PANCASILA

1. Masa Kerajaan

Sejarah    Indonesia     selalu     menyebut     bahwa    ada     dua     kerajaan    besar     yang melambangkan kemegahan dan kejayaan Indonesia Masa Purba, yaitu Sriwija ya dan Majapahit.

2. Masa Penjajahan dan Perlawanan terhadap Penjajahan

Pada  mulanya  para  imperialis  hanya  ingin  mencari  bahan  mentah  untuk  industri.

Namun, imperialisme ini akhirnya menimbulkan “Politik Penghisapan” daerah jajahan sehingga menimbulkan pemberontakan penduduk pribumi.

3. Kebangkitan Nasional

Perkembangan pendidikan di Indonesia sebagai akibat dari politik etis telah menimbulkan  perubahan  besar  bagi  sebagian  rakyat  Indonesia  atau  lebih tepatnya mengarah pada kesadaran nasional.

4. Sumpah Pemuda

Pada kongres II 26 – 28 Oktober 1928 PPPI telah memperoleh pengakuan yang bulat untuk semua golongan, yaitu keinsyafan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa sebagai cermin tertanamnya Indonesia bersatu (“Sumpah Pemuda”).

5. Penjajahan Jepang

Setelah berhasil  mengambil  alih kedudukan Belanda  (KNIL) dimulailah  kekuasaan Jepang  di  Indonesia,  mereka  masuk  ke  Indonesia  dengan  propaganda  yang  biasa disebut “3A”.

Sidang Pertama BPUPKI (28 Mei – 1 Juni 1945)

* Isi Pidato Mr.Muh.Yamin, berisi rancangan dasar Negara, yaitu :

1. Peri kebangsaan

2. Peri Kemanusiaan

3. Peri Ketuhanan

4. Peri Kerakyatan

5. Kesejahteraan Rakyat

* Isi Pidato Mr.Soepomo, berisi aliran pikiran tentang Negara, yaitu :

1. Aliran Pikiran Perseorangan (Individualis)

2. Aliran Teori Golongan (Class Theory)

3. Aliran Teori Integralistik

* Isi Pidato Ir.Soekarno, berisi dasar Indonesia merdeka, yaitu :

1. Kebangsaan (Nasionalisme)

2. Kemanusiaan (Internasionalisme)

3. Musyawarah, mufakat, perwakilan

4. Kesejahteraan Sosial

5. Ketuhanan yang berkebudayaan

* Sidang Kedua BPUPKI (10 – 16 Juli 1945)

Ir.Soekarno diminta menjelaskan tentang kesepakatan tanggal 22 Juni 1945 (Piagam Jakarta).          Selanjutnya                 dibicarakan     materi             tentang   undang-undang                    dasar     dan penjelasannya, serta susunan pemerintahan Negara oleh Mr. Soepomo.

6. Pembentukan PPKI dan Proklamasi Kemerdekaan

Pada tanggal 9 Agustus 1945 dibentuk PPKI yang pada awalnya merupakan bentukan

Jepang.

a. Proklamasi Kemerdekaan

Pada   tanggal   17   Agustus   1945   atas   nama   bangsa   Indonesia   Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

b. Sidang Pertama PPKI

Agenda  acara  sidang  ini  adalah  pengesahan  Undang-Undang  Dasar  Negara  RI, pengangkatan presiden dan wakil presiden dan pembentukan KNIP.

PEMBUKAAN UUD 1945

1. Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945

Secara yuridis, Pancasila terletak dalam Pembukaan UUD 1945. Hal ini dibuktikan dengan kata-kata “dengan berdasarkan  kepada..” yang ada dalam Pembukaan UUD

1945 alinea keempat.

2. Isi Pembukaan UUD 1945

a. Alinea Pertama, merupakan pernyataan hak atas segala bangsa akan kemerdekaan.

b. Alinea Kedua, mengandung pernyataan tentang berhasilnya perjuangan pergerakan kemerdekaan rakyat Indonesia.

c. Alinea Ketiga, merupakan pernyataan kemerdekaan rakyat Indonesia.

d.  Alinea  Keempat,  mengikrarkan  pernyataan  pembentukan  pemerintahan  Negara dengan dasar Pancasila.

3.  Pokok  –  Pokok  Pikiran  dalam  Pembukaan   UUD  1945,  meliputi  suasana kebatinan dari UUD Negara Indonesia dan mewujudkan cita-cita hukum (tertulis dan tidak tertulis)

4. Maksud / Tujuan Pembukaan UUD 1945

a. Mempertanggungjawabkan bahwa pernyataan kemerdekaan sudah selayaknya. b. Menetapkan cita-cita bangsa yang ingin dicapai dengan kemerdekaannya.

c. Menegaskan bahwa proklamasi kemerdekaan menjadi permulaan dan dasar hidup

kebangsaan dan hidup seluruh rakyat Indonesia.

d. Melaksanakan segala sesuatu itu dalam perwujudan dasar-dasar tertentu.

5. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Undang – Undang Dasar

1.  Bagian  pertama,  kedua  dan  ketiga  merupakan  serangkaian  pernyataan  tentang keadaan dan peristiwa yang mendahului terbentuknya Negara Indonesia

2.   Bagian   keempat   merupakan   pernyataan   mengenai   keadaan   setelah   Negara Indonesia  ada, dan mempunyai  hubungan  kausal dan organis dengan batang tubuh UUD.

6. Hakekat dan Kedudukan Pembukaan UUD 1945

Pembukaan UUD 1945 menurut hakekatnya merupakan pokok kaidah Negara yang fundamental   dan  staatsfundamentalnorm,   dan  berkedudukan   dua  terhadap   tertib hukum Indonesia,  yaitu sebagai dasar tertib hukum Indonesia dan ketentuan hukum yang tertinggi. Kedudukan yang tetap, kuat dan tak bisa diubah ini dapat ditinjau dari dua segi, yaitu segi formal dan segi material.

7. Terpisahnya Pembukaan UUD 1945 dengan Batang Tubuh UUD 1945

Pembukaan  UUD  1945 terpisah dengan  Batang  Tubuh UUD  1945 dan kedudukan serta hakekatnya lebih tinggi derajatnya dari Batang Tubuh UUD 1945.

8. Hubungan Pembukaan UUD 1945 dengan Proklamasi 17 Agustus 1945, tidak hanya          menjelaskan              dan                  menegaskan              tetapi     juga     mempertanggungjawabkan Proklamasi.

DINAMIKA UUD

1.  Isi  Materi   UUD  1945,  merupakan   penjelmaan   empat  pokok  pikiran   yang terkandung di dalam Pembukaan UUD 1945, sebagai pancaran dari Pancasila.

2. PelaksanaanUUD 1945

1. Masa Awal Kemerdekaan (18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949)

Sejak disahkan oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945, UUD 1945 belum dapat dilaksanakan sepenuhnya.

2. Masa UUDS 1950 (17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959)

Sejak   diberlakukannya   UUD   KRIS   maka   Indonesia   menjadi   Negara   federal, kemudian diselenggarakan Pemilu untuk memilih anggota konstituante yang dilantik oleh presiden pada tanggal 10 November 1956. Namun badan konstituante gagal membuat undang-undang baru, sehingga keluarlah Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

3. Masa Orde Lama

Sejak Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Negara Indonesia berdasarkan UUD 1945. Pada masa orde lama banyak pula terjadi penyimpangan-penyimpangan  yang dilakukan. Sistem pemerintahan dijalankan tidak sesuai dengan UUD 1945 itu sendiri.

4. Masa Orde Baru

Setelah ORLA runtuh, terbentuk pemerintahan baru yang diberi nama ORBA (Orde Baru). Tekad ORBA ialah melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.

5. Masa Orde Reformasi

Orde   baru   seolah   memabukan   perubahanUUD   1945,   tetapi   sebaliknya   Orde

Reformasi memandang sangat perlu perubahan UUD 1945 dalam bentuk amandemen untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

3. Amandemen Undang-Undang Dasar 1945

Sejak Mei 1998 bangsa Indonesia bertekad mereformasi berbagai bidang kehidupan kenegaraan.   Salah  satunya  adalah  reformasi   hukum  dan  sebagai  realisasi  dari reformasi hukum itu adalah perubahan terhadap pasal-pasal di dalam UUD 1945

PANCASILA SEBAGAI SISTEM FILSAFAT

1. Konsep-Konsep Dasar Filsafat

Dalam   konteks   mempelajari   Pancasila   dalam   perspektif   filfasat   berarti   upaya mengkaji secara kritis semua pernyataan-pernyataan tentang Pancasila, sehingga diperoleh kebenaran koherensi, korespondensi, pragmatisme tentang Pancasila.

2. Metode Filsafat Pancasila

Notonegoro   mengatakan   untuk   menemukan   kebenaran   hakiki   Pancasila   dapat digunakan  metode  analitico  syntetik,   yang  merupakan  metode  gabungan  antara analisa dan syntetik.

3. Berbagai Pengetahuan tentang Pancasila

o Kata tanya “bagaimana” untuk memperoleh pengetahuan (kebenaran) yang bersifat deskriptif.

o Kata tanya “mengapa” digunakan untuk menemukan pengetahuan (kebenaran) yang bersifat kausal, yang memberikan jawaban tentang sebab dan akibat.

o Kata tanya “kemana” untuk memperoleh pengetahuan normatif. o Kata tanya “apa” untuk memperoleh pengetahuan essensial.

4. Pancasila sebagai Paham Filsafat

Pancasila merupakan consensus filsafat  yang akan melandasi dan memberikan arah bagi sikap dan cara hidup bangsa Indonesia.

Linux

Linux (diucapkan ˈlɪnəks atau /ˈlɪnʊks/)[1] adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.[2]
Nama “Linux” berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.[3]
Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer,[4], dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox[5]), telepon genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).
Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric dan LibreOffice.

Sejarah

Richard Stallman, pendiri proyek GNU, dan Linus Torvalds, pembuat kernel Linux
Sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.

Perbedaan utama antara Linux dan sistem operasi populer lainnya terletak pada kernel Linux dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Linux bukan satu-satunya sistem operasi dalam kategori tersebut, walaupun demikian Linux adalah contoh terbaik dan terbanyak digunakan. Beberapa lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip copyleft, sebuah konsep yang menganut prinsip: karya yang dihasilkan dari bagian copyleft harus juga merupakan copyleft. Lisensi perangkat lunak bebas yang paling umum, GNU GPL, adalah sebuah bentuk copyleft, dan digunakan oleh kernel Linux dan komponen-komponen dari proyek GNU.
Sistem Linux berkaitan erat dengan standar-standar POSIX,[18] SUS,[19] ISO dan ANSI. Akan tetapi, baru distribusi Linux-FT saja yang mendapatkan sertifikasi POSIX.1.[20]
Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun dikembangkan dalam bentuk kolaborasi, sering dirilis secara terpisah. Akan tetapi, dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara eksplisit mengijinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang bertujuan untuk mengumpulkan perangkat lunak-perangkat lunak tersebut dan menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu bentuk yang dinamakan distribusi Linux.
Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan “distro”, adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan memfasilitasi instalasi dari sebuah sistem operasi Linux. Distribusi-distribusi Linux ditangani oleh individu, tim, organisasi sukarelawan dan entitas komersial. Distribusi Linux memiliki perangkat lunak sistem dan aplikasi dalam bentuk paket-paket dan perangkat lunak yang spesifik dirancang untuk instalasi dan konfigurasi sistem. Perangkat lunak tersebut juga bertanggung jawab dalam pemutakhiran paket. Sebuah Distribusi Linux bertanggung jawab atas konfigurasi bawaan, sistem keamanan dan integrasi secara umum dari paket-paket perangkat lunak sistem Linux.

Pengertian DBMS (Database Management System)

DBMS (Database Management System)

DBMS adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database. Mempunyai fasilitas membaut, mengakses, memanipulasi dan memelihara basis data.

FUNGSI DBMS

1. Data Definition, DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data
2. Data Manipulation, DBMS harus dapat menangani permintaan dari pemakai untuk mengakses data
3. Data Security & Integrity, DBMS harus dapatmemeriksa security dan integrity data yang didefinisikan oleh

DBA
4. Data Recovery & Concurency, DBMS harus dapat menangani kegagalan–kegagalan pengaksesan database
yang dapat disebabkan oleh sesalahan sistem, kerusakan disk, dsb.
5. Data Dictionary, DBMS harus menyediakan data dictionary.
6. Performance, DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin.

KOMPONEN DBMS

Sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti :

1. File Manager, yang mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai untuk merepresentasikan

informasi yang tersimpan dalam disk.
2. Database Manager, yang menyediakan interfaceantara data low-level yang ada di basis data denganprogram
aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
3. Query Processor, yang menterjemahkan perintahperintah dalam query language ke perintah low-level yang
dapat dimengerti oleh database manager.
4. DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DMLyang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi
kepemangin prosedur normal dalam bahasa induk.
5. DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintahDDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung
metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.

Penjelasan Mengenai Basis Data (Database)

Data, Informasi dan Basis Data
Data merupakan fakta mengenai suatu objek seperti manusia, benda, peristiwa, konsep, keadaan dan
sebagainya yang dapat dicatat dan mempunyai arti secara implisit. Data dapat dinyatakan dalam
bentuk angka, karakter atau simbol, sehingga bila data dikumpulkan dan saling berhubungan maka
dikenal dengan istilah basis data (database) [Ramez2000]. Sedangkan menurut George Tsu-der Chou
basis data merupakan kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam aturan yang
khusus. Informasi ini adalah data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan
kebutuhan seseorang [Abdul1999]. Menurut Encyclopedia of Computer Science and Engineer, para
ilmuwan di bidang informasi menerima definisi standar informasi yaitu data yang digunakan dalam
pengambilan keputusan.
Definisi lain dari basis data menurut Fabbri dan Schwab adalah sistem berkas terpadu yang dirancang
terutama untuk meminimalkan duplikasi data.
Menurut Ramez Elmasri mendefinisikan basis data lebih dibatasi pada arti implisit yang khusus, yaitu:
a. Basis data merupakan penyajian suatu aspek dari dunia nyata (real world).
b. Basis data merupakan kumpulan data dari berbagai sumber yang secara logika mempunyai arti
implisit. Sehingga data yang terkumpul secara acak dan tanpa mempunyai arti, tidak dapat
disebut basis data.
c. Basis data perlu dirancang, dibangun dan data dikumpulkan untuk suatu tujuan. Basis data dapat
digunakan oleh beberapa user dan beberapa aplikasi yang sesuai dengan kepentingan user.
Dari beberapa definisi-definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa basis data memounyai berbagai
sumber data dalam pengumpulan data, bervariasi derajat interaksi kejadian dari dunia nyata,
dirancang dan dibangun agar dapat digunakan oleh beberapa user untuk berbagai kepentingan
[Waliyanto2000].
Hirarki Data
Data diorganisasikan kedalam bentuk elemen data (field), rekaman (record), dan berkas (file). Definisi
dari ketiganya adalah sebagai berikut:
Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang
bermakna. Misalnya data siswa terdiri dari NIS, Nama, Alamat, Telepon atau Jenis Kelamin.
Rekaman merupakan gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Istilah lain dari rekaman
adalah baris atau tupel.
Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama.

Konsep dasar dari basis data adalah kumpulan dari catatan-catatan, atau potongan dari pengetahuan. Sebuah basis data memiliki penjelasan terstruktur dari jenis fakta yang tersimpan di dalamnya: penjelasan ini disebut skema. Skema menggambarkan obyek yang diwakili suatu basis data, dan hubungan di antara obyek tersebut. Ada banyak cara untuk mengorganisasi skema, atau memodelkan struktur basis data: ini dikenal sebagai model basis data atau model data. Model yang umum digunakan sekarang adalah model relasional, yang menurut istilah layman mewakili semua informasi dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan dimana setiap tabel terdiri dari baris dan kolom (definisi yang sebenarnya menggunakan terminologi matematika). Dalam model ini, hubungan antar tabel diwakili denga menggunakan nilai yang sama antar tabel. Model yang lain seperti model hierarkis dan model jaringan menggunakan cara yang lebih eksplisit untuk mewakili hubungan antar tabel.

Istilah basis data mengacu pada koleksi dari data-data yang saling berhubungan, dan perangkat lunaknya seharusnya mengacu sebagai sistem manajemen basis data (database management system/DBMS). Jika konteksnya sudah jelas, banyak administrator dan programer menggunakan istilah basis data untuk kedua arti tersebut.

 

Image

Lingkungan basis data

Tujuan Utama yaitu menyediakan pemakai melalui suatu pandangan abstrak mengenai data, dengan menyembunyikan detail dari bagaimana data disimpan dan dimanipulasikan.

 

Tiga Tingkatan Arsitektur Basis Data ANSI-SPARC

1. Tingkat Eksternal (External Level)

Merupakan cara pandang pemakai terhadap basis data, menggambarkan bagian basis data yang relevan bagi pemakai tertentu.

Cara pandang secara eksternal terbatas pada entitas, atribut dan hubungan antar entitas (relationship) yang diperlukan saja.

 

2. Tingkat Konseptual (Conseptual Level)

Kumpulan cara pandang terhadap basis data yang menggambarkan data yang disimpan dalam basis data.

 

Hal-hal yang digambarkan dalam tingkat konseptual :

– Semua entitas beserta atribut dan hubungannya

– Batasan data

– Informasi semantik tentang data

– Keamanan dan integritas informasi

 

 

 

 

 

3. Tingkat Internal (Internal level)

Perwujudan basis data dalam computer menggambarkan bagaimana basis data disimpan secara fisik di dalam peralatan storage dengan tempat penyimpanan/physical storage.

 

Tingkat internal memperhatikan hal-hal berikut ini :

– Alokasi ruang penyimpanan data dan indeks

– Deskripsi record untuk penyimpanan (dengan ukuran penyimpanan untuk data elemen)

– Penempatan record

– Penempatan data dan teknik encryption

 

Data sub language adalah subset bahasa yang dipakai untuk operasi manajemen basis data. Dengan cara ditempelkan (embedded) pada bahasa tuan rumah (Cobol,PL/1,dsb).

 

Dalam basis data secara umum dikenal 2 data sub language :

  1. Data Definition Language (DDL)

  2. Data Manipulation Language (DML)

Ada 2 jenis DML :

-Procedural DML

-Non Procedural

Secara khusus pengguna menggunakan berbagai bahasa :

  1. Programmer Aplikasi menggunakan bahasa seperti : Cobol, Informix, dll (host language) dalam DBMS.

  2. Pemakai Terminal menggunakan bahasa Query (misal SQL).

  3. DBA menggunakan bahasa DDL dan DML yang tersedia dalam DBMS.

 

DBMS mempunyai tugas untuk menangani semua bentuk akses kepada basis data, secara konsep :

  1. Pengguna menyatakan permintaan akses menggunkan DBMS.

  2. DBMS menangkap dan menginterpretasikan

 

 

  1. DBMS mencari :

-Eksternal / conceptual mapping

-conceptual schema

-konseptual / internal mapping

-Internal schema

4) DBMS melaksanakan operasi yang diminta terhadap basis data tersimpan, proses 1 s/d 4 dapat dilakukan secara interactive atau decompile dulu.

 

Model Data

Yaitu Kumpulan konsep terintegrasi yang menggambarkan data, hubungan antara data dan batasan-batasan data dalam suatu organisasi.

Data pada tingkat eksternal dan konseptual digunakan model data berbasis objek atau model data berbasis record :

  1. Model Data Berbasis Objek

Menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas.

Jenis-jenisnya antara lain:

-entity relationship

-semantic

-functional

-object oriented

  1. Model Data Berbasis Record

Basis data ini terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap dapat dibedakan dari bentuknya.

3 macam jenis model data berbasis record yaitu :

-Model data relasional (relational)

-Model data hierarkhi (hierarchical)

-Model data jaringan (network)

 

Data Independence

Tujuan utama dari 3 tingkat arsitektur adalah memelihara kemandirian data (data independence) yang berarti perubahan yang terjadi pada tingkat yang lebih rendah tidak mempengaruhi tingkat yang lebih tinngi.

 

 

Ada 2 jenis data independence :

  1. Physical Data Independence

  2. Logical Data Independence

 

Bahasa Dalam DBMS

Kumpulan program yang mengkoordinasikan semua kegiatan yang berhubungan dengan basis data. Maka untuk mengakomodasikan masing-masing pengguna dalam piranti lunak manajemen basis data biasanya terdapat bahasa-bahasa tertentu yang disebut Data Sub Language

 

Fungsi DBMS

Layanan-layanan yang sebaiknya disediakan oleh database management system adalah :

  1. Penyimpanan, pengambilan dan perubahan data

  2. Katalog yang dapat diakses pemakai

  3. Mendukung Transaksi

  4. Melayani Kontrol concurrency

  5. Melayani Recovery

  6. Melayani Autorisasi

  7. Mendukung Komunikasi Data

  8. Melayani Integrity

  9. Melayani Data Independence

  10. Melayani Utility

 

Komponen DBMS:

  1. Query Processor

  2. Database Manager

  3. File Manager

  4. DML Preprocessor

  5. DDL Compiler

  6. Dictionary Manager

Komponen Software utama database manager adalah

  1. Authorization Control

  2. Command Processor

  3. Integrity Checker

  4. Query Optimizer

  5. Transaction Manager

  6. Scheduler

  7. Recovery Manager

  8. Buffer Manager

Arsitektur DBMS Multi User:

  1. Teleprocessing

Arsitektur ini menempatkan beban yang besar pada computer pusat yang tidak hanya menjalankan program aplikasi tetapi juga harus menyelesaikan sejumlah pekerjaan pada terminal seperti format data untuk tampilan di monitor.

  1. File Server

Kerugian arsitektur file server adalah

-Terdapat lalu lintas jaringan yang besar

-masing-masing workstation membutuhkan copy DBMS

-Kontrol terhadap concurrency, recovery, dan integrity menjadi lebih kompleks karena sejumlah DBMS mengakses file secara bersamaan.

3) Client Server

Ada beberapa keuntungan jenis arsitektur ini adalah :

-Memungkinkan akses basis data yang besar

-menaikkan kinerja

-Jika client dan server diletakkan pada computer yang berbeda kemudian CPU yang berbeda dapat memproses aplikasi secara paralel.

-Biaya untuk hardware dapat dikurangi

-Hanya server yang membutuhkan storage dan kekuatan proses yang cukup untuk menyimpan dan mengaatur basis data.

-Biaya komunikasi berkurang.

-Aplikasi menyelesaikan bagian operasi pada client dan mengirimkan hanya bagian yang dibuthkan.

-Meningkatkan kekonsistenan.

-server dapat menangani pemeriksaan integrity sehingga batasan perlu didefinisikan dan validasi hanya di satu tempat.

-map ke arsitektur open system dengan sangat alami

 

Ringkasan fungsi client server

 Client

-Mengatur user interface

-Menerima dan memeriksa sintaks input dari pemakai

-Memproses aplikasi

-Generate permintaan basis data dan memindahkannya ke server

-Memberikan response balik kepada pemakai

Server

-Menerima dan memproses basis data yang diminta dari client

-Memeriksa Autorisasi

-Menjamin tidak terjadi pelanggaran terhadap integrity constraint

-Melakukan Query/pemrosesan update dan memindahkan response ke client

-Memelihara data dictionary

-Menyediakan akses basis data secara bersamaan

-Menyediakan control recovery

 

4) Data Dictionary

Tempat penyimpanan informasi yang menggambarkan data dalam basis data.

Untuk mngerjakan pemeriksaan data dictionary menyimpan :

  • Nama-nama pemakai yang mempunyai wewenang untuk menggunakan DBMS

  • Nama-nama data item yang ada dalam basis data

  • Data item yang dapat di akses oleh pemakai dan jenis akses yang diijinkan.

Misalnya : Insert, Update, Delete, Read

Untuk memeriksa integritas data, data dictionary menyimpan :

  • Nama-nama data item dalam basis data

  • Jenis dan ukuran data item

  • Batasan untuk masing-masing data item.

Tinjauan Sekilas Sistem Informasi akuntansi

Download

1.1.        Sistem Informasi & Organisasi Bisnis

Dalam kehidupan kita sehari-hari, informasi menjadi suatu hal yang penting. Dengan informasi kita dapat mengetahui apa saja yang terjadi di dunia baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Informasi juga dapat membantu dalam mengambil keputusan. Suatu perusahaan besar tidak akan mengambil keputusan semudah membalikkan telapak tangan tanpa adanya informasi, karena meskipun kecil informasi yang mereka dapatkan akan menjadi penentu bagi kemajuan perusahaan tersebut.

Sistem

Ø  Sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan.

Informasi

Ø  Informasi adalah data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan.

Informasi dapat berupa data atau system. Suatu system informasi dibagi menjadi lima fungsi utama, yaitu pengumpulan data, pengolahan data, manajemen data, pengendalian dan pengamanan data, serta pengadaan informasi. Masing-masing fungsi tersebut saling berkaitan satu sama lain.

Keterkaitan system informasi dalam organisasi bisnis sangatlah erat. Dalam bisnis, teknologi informasi mempunyai dampak terhadap semua system informasi akuntansi. Dalam meningkatkan system informasi, suatu perusahaan menginstalasikan computer menggunakan model-model untuk mengambil sebuah keputusan dan mempelajari kebutuhan informasi.

Akuntan berperan sebagai perancang sekaligus pemakai(user) dalam sistem informasi akuntansi. Mereka terlibat langsung dalam penetapan persyaratan untuk informasi. Mereka diharuskan mempelajari seperangkat pengetahuan umum tentang informasi.

Sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumberdaya yang dirancang untuk mentransformasikan data menjadi informasi.

Fungsi SIA (Sistem Informasi Akuntansi) dalam Organisasi

Ø  Mengumpulkan dan menyimpan aktivitas yang dilaksanakan disuatu organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut dan para pelaku dalam aktivitas tersebut.

Ø  Mengubah data dalam menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen.

Image

1.2.        Siklus-siklus pemrosesan transaksi

Aktivitas perusahaan dalam suatu organisasi juga dapat dipandang dengan cara yang berbeda,yaitu dengan pendekatan siklus transaksi.Siklus secara tradisional mengelompokkan aktivitas suatu bisnis kedalam empat siklus akuntansi bisnis :

1)    Siklus pendapatan,kejadian yang terkait dengan distribusi barang dan jasa ke entitas lain dan pengumpulan kas yang terkait dengan distribusi tersebut.

2)    Siklus pengeluaran,kejadian yang terkait dengan perolehan barang dan jasa dari entitas lain serta pelunasan kewajiban terkait dengan perolehan barang dan jasa tersebut.

3)    Siklus produksi,kejadian yang terkait dengan tranformasi sumber daya menjadi barang dan jasa.

4)    Siklus keuangan,dimana kejadian yang terkait dengan akuisisi dan pengolahan dana termasuk kas.

Siklus pemrosesan transaksi terdiri dari satu atau lebih sistem aplikasi.Sistem aplikasi memproses transaksi yang saling terkait secra logis.Pada model siklus transaksi,selain keempat siklus tersebut ada siklus kelima ayitu siklus pelaporan keuangan dimana siklus ini mendapatkan data akuntansi dan data operasi dari siklus yang lain serta memproses data tersebut sedemikian rupa sehingga laporan keuangan dapat disajikan.

Proses Pengendalian Internal,dimana mengindikasikan tindakan yang diambil dalam suatu organisasi untuk mengatur dan mengarahkan aktivitas dalam organisasi tersebut.Salah satu tanggung jawab utama menejemen adalah stewardship.

Elemen Proses pengendalian Internal,dimana pengendalian ini merupakan satu proses yang dirancang untuk menyediakan keyakinan yang rasional atas tercapainya tujuan yaitu :

1)    Efektiovitas dan efisien operasi perusahaan.

2)    Reliabilitas pelaporan keuangan.

3)    Kesesuaian organisasi dengan aturan serta regulasi yang ada.

Pengendalian internal juga menuntut adanya pencatatan yang memadai dalam upaya menjaga kekayaan perusahaan dan menganalisis pelaksanaan tanggung jawab.Konsekuensinya semua catatan harus memungkinkan adanya pengecekan antara area pertanggung jawaban.Tanggung jawab untuk satu transaksi yang berhubungan harus dibagi-bagi.

Pemisahaan fungsi-fungsi akuntansi,dimana penting untuk memastikan bahwa tidak ada individu atau depertemen yang mengelola catatan akuntansi yang terkait dengan operasi aktivitas mereka.Satu pendekatan yang lumrah adalah mendelegasikan fungsi akuntansi ke controller dan fungsi keuangan ke tangan bendahara.

Fungsi Audit Internal,menyadari bahwa pentingnya dan kompleksnya pengendalian internal yang memadai dalam organisasi yang besar telah menyebabkan terjadinya evolusu audit internal sebagai alat pengendalian atas semua pengendalian internal yang ada dalam organisasi.Audit internal bertugas memonitor dan mengevaluasi kesesuaian dengan kebijakan dan prosedur organisasi.

Siklus informasi akuntansi dapat meliputi aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan perusahaan, diantaranya adalah siklus pendapatan , siklus pengeluaran , siklus produksi dan siklus keuanganSerta siklus pelaporan keuangan yang memperoleh data akuntansi dan siklus lain untuk menghasilkan laporan sesuai prinsip-prinsip akuntansi umum. Siklus-siklus tersebut sangat erat kaitannya terhadap hasil akhir yaitu berupa laporan keuangan perusahaan.

Image

1.3.        Akuntansi & Teknologi Informasi

Sebuah sistem informasi yang merubah data transaksi bisnis menjadi informasi keuangan yang berguna bagi pemakainya. Teknologi informasi berdampak signifikan terhadap system informasi akuntansi pada suatu perusahaan. Diantara lainnya adalah pada pemrosesan data yang mengalami perubahan dari manual ke system computer. Proses ini sangat mempengaruhi proses audit, karena audit memerlukan laporan keuangan sebagai objeknya. Dengan begitu, audit juga mengalami kemajuan dalam hal teknologi informasi. Karena jika mereka tidak mengalami kemajuan, akan berdampak tidak baik dengan klien perusahaan yang terbiasa dengan kemudahan-kemudahan yang ada.

Peran teknologi informasi dalam membantu proses akuntansi dalam perusahaan/organisasi  telah lama berlangsung. Alasan utama penggunaan IT dalam akuntansi ialah efisiensi, penghematan waktu dan biaya. Alasan lain termasuk peningkatan efektifitas, mencapai hasil/output laporan keuangan dengan benar.
Sistem Informasi akuntansi,dimana sistem berbasis computer yang dirancang untuk menstransformasi data akuntansi menjadi informasi.

Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukungoperasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

1.4.        Akuntan dan Pengembangan

Perkembangan system informasi sangat berpengaruh pada akuntan atau pelaku (user) akuntansi, yang sebelumnya mereka terbiasa dengan mencatat buku besar di kertas(buku), saat ini mereka dituntut untuk dapat mencatat, mengolah data dan menyimpannya dalam computer. Namun pada dasarnya, hal demikian tidak memerlukan waktu yang banyak untuk akuntan menguasainya.

Teknik akuntansi merupakan alat yang digunakan untuk menganalisis, merancang danmendokumentasikan system yang berkaitan. Akuntan juga bisa membuat system akuntansi baik untuk kebutuhan perusahaan ataupun untuk akuntan sendiri selaku konsultan.

 

  1. Siklus Pengembangan Sistem

Untuk dapat merancang sebuah Sistem InformasiAkuntansi, kita harus melalui tahapan-tahapan pengembangan sistem.

Ø  Perencanaan (Planning)

Ø  Analysis(Analsis)

Ø  Perancangan (Design)

Ø  Implementasi (Implementation)

Ø  Pascaimpelementasi (Post Implementation)

2. Siklus Akuntansi

3. Siklus Transaksi

Karakteristik Pengembangan Sistem bertujuan untuk :

Ø  Untuk meningkatkan kualitas informasi.

Ø  Untuk meningkatkan pengendalian internal.

Ø  Untuk meminimalkan biaya,jika memungkinkan.

Pendekatan sistem merupakan suatu prosedur untuk mengadministrasi proyek sistem.Tujuan pendekatan ini adalah untuk membantu terlaksananya pengembangan sistem yang efektif dan teratur.Pendekatan ini merupakan suatu proses yang terdiri dari enam tahap yaitu :

Ø  Menatapkan tujuan system.

Ø  Menyusun berbagai alternative solusi.

Ø  Meanalisis system.

Ø  Desain system.

Ø  Implentasi system.

Ø  Evaluasi system.

Pertanyaan & Jawaban

Pilihan Ganda:

  1. kumpulan sumberdaya yang dirancang untuk mentransformasikan data menjadi informasi adalah definifi dari :

                 a.  Meningkatkan efisiensi

                  b.  Sistem Informasi Akuntansi

                  c.  Semua jawaban salah

                   d.  Semua jawaban benar

 

2.Berikut ini merupakan tahapan-tahapan pengembangan sistem, kecuali :

                    a.    Perancangan (Design)

                    b.  Pascaimpelementasi (Post Implementation)

                    c.  Jawaban a dan b benar

                   d.  Jwaban a dan b salah

3. Dibawah ini adalah tujuan Sistem Informasi Akuntansi, kecuali….

                  a.  Untuk mendukung operasi-operasi sehari-hari

                  b.  Mendukung pengambilan keputusan manajemen

                  c.  Untuk memenuhi kewajiban yang berhubungan dengan pertanggung-jawaban

                  d.  Semua jawaban salah

 

4. Manakah yg termasuk kedalam tujuan pengembangan sistem ?

                 a.  Untuk meminimalkan biaya,jika memungkinkan

                 b.  Untuk meningkatkan pengendalian internal

                 c.  Jawaban a dan b salah

                 d.  Jawaban a dan b benar

5. Data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan merupakan pengertian dari :

                 a.  Sistem

                 b.  Informasi

                 c.  Sistem Informasi

                 d.  Design Sistem

 

 

 

 

Essay:

  1. Jelaskan definisi dari SIA!

            kumpulan sumberdaya yang dirancang untuk mentransformasikan data menjadi informasi

2. Sebutkan fungsi SIA ?

Ø  Mengumpulkan dan menyimpan aktivitas yang dilaksanakan disuatu organisasi, sumber daya yang dipengaruhi oleh aktivitas-aktivitas tersebut dan para pelaku dalam aktivitas tersebut.

Ø  Mengubah data dalam menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen.

3. Apa Definisi daro informasi ?

Data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan.

4. Sebutkan Elemen Proses pengendalian Internal !

Ø  Efektiovitas dan efisien operasi perusahaan.

Ø  Reliabilitas pelaporan keuangan.

Ø  Kesesuaian organisasi dengan aturan serta regulasi yang ada.

5. Jelaskan definisi dari system !

Sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan

OTONOMI DAERAH

Untuk makalah lengkapnya, klik disini!!!

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Otonomi berasal dari dua kata : auto berarti sendiri, nomos berarti rumah tangga atau urusan pemerintahan. Otonomi dengan demikian berarti mengurus rumah tangga sendiri. Dengan mendampingkan kata otonomi dengan kata Daerah, maka istilah “mengurus rumah tangga sendiri” mengandung makna memperoleh kekuasaan dari pusat dan mengatur atau menyelenggarakan rumah tangga pemerintahan daerah sendiri.

Berdasarkan Keputusan Mendagri dan Otonomi Daerah Nomor 50 Tahun 2000 tentang Pedoman Organisasi Dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi menjadi dasar pengelolaan semua potensi daerah yang ada dan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh daerah yang mendapatkan hak otonomi dari daerah pusat. Kesempatan ini sangat menguntungkan bagi daerah-daerah yang memiliki potensi alam yang besar untuk dapat mengelola daerah sendiri secara mandiri, dengan peraturan pemerintah yang dulunya mengalokasikan hasil hasil daerah 75% untuk pusat dan 25% untuk dikembalikan kedaerah membuat daerah-daerah baik tingkat I maupun daerah tingkat II sulit untuk mengembangkan potensi daerahnya baik secara ekonomi maupun budaya dan pariwisata.

Dengan adanya otonami daerah diharapkan daerah tingkat I maupun Tingakat II mampu mengelola daerahnya sendiri. Untuk kepentingan rakyat demi untuk meningkatkan dan mensejahtrakan rakyat secara sosial ekonomi.

1.2  Tujuan

 

  • mengetahui sejauh mana daerah-daerah khususnya Sumatra dalam mengelola dan menjalankan otonimi daerah yang telah di terapkan pemerintah.
  • meningkattkan pengelolaan sumberdaya alam untuk kesejahtraan dan kemajuan daerah.
  • menciptakan kemandirian daerah dari ketergantungan dari peraturan pusat khususnya tentang perekonomian daerah.

BAB 2. PEMBAHASAN

Otonomi daerah merupakan kesempatan besar untuk mengelola semua sumber daya alam dan membelanjakan keuangan daerah untuk kepentingan kemajuan daerah itu sendiri, sepertihalnya Sumatra yang terdiri dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatra Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu dan lampung yang akan kita bahas dalam makalah ini.

2.1 Provinsi Nanggro Aceh Darussalam

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam berdiri pada tanggal 7 Desember 1959 dengan landasan pendirian berdasarkan UU No. 24 Tahun 1956 yang beribukota Banda aceh. Luas wilayah provinsi ini ± 57.365,57 km2 dengan posisi ( letak geografis ) 2 derajat – 6 derajat lintang utara dan 95 derajat -98 derajat bujur timur dan berada dalam pulau sumatra dan memiliki 21 kabupaten. Lambang dari provinsi Nanggroe aceh Darussalam adalah pancacita. Provinsi ini mempunyai potensi yang sangat besar baik itu dari segi perikanan, pertanian dan perkebunan, industri, peternakan, pertambangan, dan kehutanan.

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam adalah salah satu provinsi yang telah menerapkan otonomi daerah dengan landasan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 dan prinsip-prinsip pemberian Otonomi Daerah dalam UU 22/1999 yaitu Penyelengaraan Otonomi Daerah dilaksanakan dengan memperhatikan aspek demokrasi, keadilan, pemerataan, serta potensi dan keanekaragaman Daerah. Pelaksanaan Otonomi Daerah didasarkan pada otonomi luas, nyata dan bertangung jawab.

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam merupakan provinsi yang mempunyai potensi perikanan dan kelautan yang cukup besar. Hasil perikanan di Aceh terdiri dari perikanan darat dan laut. Potensi perikanan laut di daerah Aceh cukup potensial, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Data tahun 1997 menunjukkan bahwa hasil perikanan laut mencapai 110.817,1 ton dan perikanan darat mencapai 24.436,7 ton. Sedangkan pada tahun 1998 hasil produksi perikanan laut mencapai 114.778,4 ton dan perikanan darat mencapai 23.228,4 ton. Hasil potensi perikanan di Aceh akan lebih banyak lagi jika perikanan tersebut dikembangkan dengan menggunakan peralatan yang modern dan canggih. Potensi perikanan, termasuk perikanan laut di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif

(ZEE) belum dimanfaatkan secara optimal. Sekitar 60% dari total potensi perikanan yang dimiliki oleh provinsi Nanggroe aceh Darussalam belum termanfaatkan an 40% lainnya juga belum termanfaatkan secaa optimal.

Nanggroe Aceh Darussalam sejak tahun 1999 telah menerapkan otonomi daerah dal kepemerintahannya. Secara filosofis, ada dua tujuan utama yang ingin dicapai dari penerapan kebijakan desentralisasi atau otonomi daerah yaitu tujuan demokrasi dan tujuan kesejahteraan. Tujuan demokrasi akan memposisikan pemerintah daerah sebagai instrumen pendidikan politik di tingkat lokal yang secara agregat akan menyumbang terhadap pendidikan politik secara nasional sebagai elemen dasar dalam menciptakan kesatuan dan persatuan bangsa dan negara serta mempercepat terwujudnya masyarakat madani atau civil society. Tujuan kesejahteraan mengisyaratkan pemerintahan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui penyediaan pelayanan publik secara efektif, efesien.

Otonomi daerah ini berarti pemerintah daerah mempunyai wewenang penuh dalam mengelola potensi yang dimiliki dan pembangunan. Selain itu pendapatan yang didapatkan oleh pemerintah daerah 80% kembali ke daerah yang digunakan sebagai kas daerah, pembangunan dan lain sebagainya dan 20% di salurkan kepemerintahan pusat. Hal ini akan membuat pemerintah daerah merasa diberlakukan dengan adil tanpa harus ada terjadinya kesenjangan-kesenjangan dengan pemerintah pusat. Salah satu aspek yang mempunyai potensi di Nanggroe Aceh Darussalam adalah perikanan dan kelautan yangterdiri dari perikanan darat yang meliputi budidaya dan perikanan laut yang meliputi pengangkapan dan juga budidaya. Peraturan yang mengatur perikanan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam bersumber pada 2 hal yaitu hukum adat dan perda ( peraturan daerah ) yang mana hal ini dikarenakan otonomi daerah sehingga daerah mempunyai wewenang untuk mengeluarkan peraturan yang menyangkut dengan daerahnya. Peraturan adat yang berlaku di Aceh di dikenal dengan nama hukom laot. Adapun peraturan daerah yang mengatur perikanan dan kelautan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam di sesuaikan dengan keadaan provinsi tersebut sehingga tidak bertentangan dengan hukum adat. Dengan adanya peraturan daerah yang dibuat diharapkan pemerintah dan segenap komponen masyarakat di Nanggroe Aceh

Darussalam dapat memanfaatkan potensi yang ada dengan optimal tanpa harus mengakibatkan ekploitasi yang berlebihan .

Hukum adat yang ada diketuai oleh panglima laot. Panglima Laot merupakan suatu struktur adat di kalangan masyarakat nelayan di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, yang bertugas memimpin persekutuan adat pengelola Hukôm Adat Laôt.Hukôm Adat Laôt dikembangkan berbasis syariah Islam dan mengatur tata cara penangkapan ikan di laut (meupayang), menetapkan waktu penangkapan ikan di laut, melaksanakan ketentuan-ketentuan adat dan mengelola upacara-upacara adat kenelayanan, menyelesaikan perselisihan antar nelayan serta menjadi penghubung antara nelayan dengan penguasa (dulu uleebalang, sekarang pemerintah daerah.

Struktur adat ini mulai diakui keberadaannya dalam tatanan kepemerintahan daerah sebagai organisasi kepemerintahan tingkat desa di Kabupaten Aceh Besar pada tahun 1977 (Surat Keputusan Bupati Aceh Besar No. 1/1977 tentang Struktur Organisasi Pemerintahan di Daerah Pedesaan Aceh Besar). Akan tetapi, fungsi dan kedudukannya belum dijelaskan secara detail. Pada tahun 1990, Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Aceh menerbitkan Peraturan Daerah No. 2/1990 tentang Pembinaan dan Pengembangan Adat Istiadat, Kebiasaan-kebiasaan Masyarakat beserta Lembaga Adat, yang menyebutkan bahwa Panglima Laôt adalah orang yang memimpin adat istiadat, kebiasaan yang berlaku di bidang penangkapan ikan di laut. Dengan adanya hukom laot ini dapat meminimalisir terjadinya ekploitasi yang berlebihan terhadap penangkapan ikan dan mencegah terjadi kepunahan ikan karena tata cara dalam menangkap ikan sudah diatur dalam hukom laot ini.

Pada sesi ini akan kita bahas potensi alam yang ada di beberapa kabupaten NAD yaitu Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Biereun dan Kabupaten Aceh Singkil.

2.1.1     Kabupaten Aceh Timur

Kabupaten Aceh Timur adalah sebuah kabupaten yang berada di sisi timur Aceh, Indonesia. Kabupaten ini juga termasuk kabupaten kaya minyak selain Aceh Utara dan Aceh Tamiang. Kawasan ini juga termasuk basis Gerakan Aceh Merdeka sebelum diberlakukannya Darurat Militer sejak Mei 2003. Sebelum penerapan Darurat Militer ini,

kawasan Aceh Timur termasuk kawasan hitam, terutama di kawasan Peureulak dan sekitarnya.

1.    Tata letak kabupaten Aceh Timur

Kabupaten Aceh Timur yang terletak pada 4°07′ – 5°13’LU dan 97°13′-97°57’BT, memiliki luas wilayah ± 604.060 Ha. Batas-batas daerahnya meliputi Selat Malaka di sebelah utara, Kabupaten Aceh Tamiang dan Gayo Lues di sebelah selatan, Selat Malaka di sebelah timur, serta Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Tengah di sebelah barat.

Secara topografis wilayahnya terdiri dan daratan dan landai (0 – 2%) sekitar 34,14% dari luas wilayah, daerah landai agak miring (2 -15%) sekitar 13,66% dan daerah agak miring (15 – 40%) yang pada umumnya tidak ada perkampungan seluas 26,58% serta lereng-lereng curam di atas 405 sekitar 25,64%.

Sedangkan tekstur tanahnya terdiri dari tekstur halus (liat dan liat berlempung), tekstur liat (lempung berdebu dan lempung berpasir) dan tekstur kasar (pasir-pasir berlempung dan pasir berdebu). Menurut tata guna lahan tanah di Aceh Timur terdiri dari tegalan, perkebunan besar, perkebunan rakyat, tambak, hutan bakau, hutan darat, padang alang-alang, rawa-rawa dan tain-lain. Iklimnya adalah iklim tropis dengan musim kemarau berkisar antara bulan Maret – Agustus dan penghujan antara September-Februari. Curah hujan rata-rata antara 1.000-1.500 mm setahun, dengan suhu antara 28° C – 32° C dan kelembaban nisbi sekitar 75%.

  1. Prospek Investasi Daerah

1)   Pertanian

Kabupaten Aceh Timur memiliki lahan dan keadaan alam yang cukup potensial untuk pertanian. Komoditas pertanian yang dikembangkan adalah padi, kedelai, jagung, kacang hijau, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar dan lain-lain. Disamping itu, lahan pekarangan dan lahan kosong di desa-desa banyak ditanami buah-buahan seperti rambutan, langsat, durian, mangga, cempedak, nenas dan sebagainya.

2)  Perkebunan

Kabupaten Aceh Timur memiliki lahan perkebunan yang sangat potensial. Sebagian lahan tersebut merupakan perkebunan rakyat untuk tanaman karet, kelapa, coklat, nilam, kelapa sawit, randu, pinang dan lain-lain. Selebihnya diusahakan oleh perusahaan perkebunan besar yang kini hampir merata di semua kecamatan.

3)     Peternakan

Kabupaten Aceh Timur merupakan salah satu lumbung ternak di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dan masih memungkinkan untuk dikembangkan di masa mendatang. Dalam rangka mempercepat pertumbuhan peternakan, sampai dengan tahun 2002 telah dilakukan berbagai upaya seperti penyebaran bibit ternak, pengendalian penyakit hewan, penyebaran makanan ternak dan penyuluhan kepada masyarakat. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur membuka kesempatan yang seluas-luasnya kepada investor yang ingin menanamkan modalnya di bidang ini.

4)     Perikanan

Pesisir pantai Aceh Timur yang menghadap ke Selat Malaka merupakan kawasan penangkapan ikan laut yang sangat strategis. Disamping itu, daerah ini juga memiliki lahan yang ditumbuhi rawa-rawa yang sangat potensial untuk pertambakan udang dan ikan bandeng. Sektor perikanan Aceh Timur merupakan harapan baik, karena selama ini warga setempat masih berkonsentrasi pada pengolahan tambak semata.

5)     Kehutanan

Pohon-pohon yang mempunyai nilai ekonomis tinggi seperti meranti, cengal, damar laut, semantok, merbau, keruing dan sebagainya banyak terdapat di Aceh Timur.Terdapat pula berbagai flora yang dilindungi seperti Rafflesia dan Daun Sang. Adapun di kawasan rawa-rawa dipenuhi oleh hutan bakau sebagai bahan baku arang maupun untuk bahan bangunan. Selain itu, terdapat juga berbagai jenis hewan liar yang menghuni rimba di AcehTimur.

6)     Perindustrian

Aktivitas perindustrian di Aceh Timur telah mampu membawa perubahan dalam struktur ekonomi daerah. Di Kabupaten Aceh Timur telah tumbuh industri kertas yang telah mampu menembus pangsa pasar ekspor antara lain ke Singapura, Malaysia, Hongkong, China, Korea Selatan, Jepang, Saudi Arabia dan Kuwait. Disamping itu, Pemerintah Kabupaten juga mengupayakan pembangunan industri kecil yang diarahkan untuk menciptakan struktur ekonomi yang berimbang terutama antara desa dan kota. Upaya untuk memacu pengembangan industri kecil melalui pembinaan termasuk wajib uji produksi industri kecil, serta pelatihan peningkatan mutu. Hasil produksi industri kecil tersebut berupa bahan sulaman dan bordiran dalam bentuk dompet, tas, keranjang kain, kopiah, aneka hiasan dan gantungan kunci. Selain itu terdapat juga anyaman pandan dan berbagai bentuk sulaman kasab, yang kesemuanya dapat dijadikan cenderamata oleh para wisatawan.

7)  Pertambangan

Berdasarkan hasil penelitian, di Aceh Timur terdapat berbagai jenis potensi energi dan bahan mineral yang tersebar di berbagai kecamatan seperti minyak bumi, gas alam, panas bumi dan sebagainya. Minyak bumi terdapat di beberapa lokasi seperti pada aliran Krueng Peureulak, Krueng Idi, sebelah selatan Peureulak, sebelah barat Bayeun, dan di pesisir utara – timur. Gas alam terdapat di Kecamatan Julok yang diperkirakan cadangannya lebih besar dari yang ada di Arun Aceh Utara. Sumber panas bumi terdapat di Alue Siwah Kecamatan Idi Rayeuk. Sedangkan timah hitam, dolomit, dan batu gamping terdapat di Kecamatan Serba Jadi.

8)     Pariwisata

Kabupaten Aceh Timur memiliki potensi pariwisata berupa wisata budaya, wisata sejarah, dan wisata alam. Wisata budaya meliputi Tarian Seudati, Tari Ranub Sigapu, Tari Bines, Tari Saman, Rapaii Daboih, Tari Laweut, Tari Ranub Lam Puan, dan Tari Tarek Pukat. Wisata sejarah terdiri dari beberpa bekas Kerajaan Islam dan makam-makam bersejarah. Sedangkan obyek wisata alam yang dapat dikembangkan antara lain Bekas Kerajaan Islam Peureulak, Pantai Kuala Beukah, Pantai Idi Cut, Pantai Kuala Parek, Pantai Ujung Perling, Air Terjun Paya Bili, Pantai Kuala Simpang Ulim, Pantai

Kuala Gelumpang, Pantai Kuala Matang Ulim, Pantai Alur Dua Muka, Pantai Aramia, dan Air Terjun Terujak.

2.1.2     Kabupaten Biereun

1.  Tata Letak Kabupaten Bireuen

Kabupaten Bireuen terletak pada 40.54 -50.18 Lintang Utara dan 960.20 -970.21 Bujur Timur. Kabupaten Bireuen berbatasan dengan Selat Malaka di sebelah utara, Kabupaten Aceh Tengah di sebelah selatan, Kabupaten Pidie disebelah barat dan Kabupaten Aceh Utara di sebelah timur dengan luas keseluruhan 1.901,21 Km2, yang terbagi menjadi 10 kecamatan.

2.    Prospek Investasi Daerah

Komoditas khas dari kabupaten ini adalah giri matang, buah sejenis jeruk bali. Buah ini hanya terdapat di Matang, ibu kota kecamatan Peusangan yang berjarak 10 kilometer dari Bireuen ke arah Medan. Berbatasan dengan Selat Malaka di bagian utara memungkinkan Bireuen memiliki potensi perikanan dan kelautan yang siap di manfaatkan dengan andalan ikan cakalang dan tuna. Setiap tahunnya hasil tangkapan ikan cakalang rata-rata 1.410 ton, sedangkan ikan tuna 665 ton. Dari hasil budidaya, Bireuen mengandalkan udang windu dan bandeng. Dengan budidaya intensif diperoleh lima ton udang windu per bulan. Hasga udang windu dan bandeng jika diekspor sangat mahal. Dari geografis, letak Kabupaten ini sangatlah strategis. Ia berada di titik persimpangan arus pergerakan manusia dan barang dari arah timur (Medan, Langsa, Lhokseumawe), maupun arah barat (Gayo dan Takengon) menuju Banda Aceh.

Alam Kabupaten Bireun menyimpan potensi yang luar biasa, pertanian menjadi yang utama, selain penghasil beras, Bireun juga dikenal dengan komoditas kacang kedelai, Kedelai Peudada bahkan menjadi produk ekspor, sedang daerah pesisir di kecamatan Jeympa, Jangka, dan samalanga berpotensi dikembangkan sebagai pertambakan intensif. Di Beruen juga akan di bangun sebuah kawasan industri terpadu dengan sistem berikat sedang disiapkan di Cot Bale Glumpang, Kecamatan Pandrah dan Samalanga. Di daerah ini juga terdapat potensi wisata yang dapat dikembangkan antara lain waduk Paya Kareng di Cot Gapu.

3.     Profil Komoditi

No

 

Sektor / Komoditi

 

Unggulan /

   
   

Tidak

   
           
           

1

 

Primer-Perkebunan:Kelapa

 

Unggulan

   
   

Sawit

       
             
           

2

 

Primer-Perkebunan:Kakao

 

Unggulan

   
             

3

 

Primer-Perkebunan:Karet

 

Unggulan

   
             
           

4

 

Primer-Perkebunan:Tebu

 

Unggulan

   
             

5

 

Primer-Perkebunan:Kopi

 

Unggulan

 
           
         

6

 

Primer-Perkebunan:Kelapa

 

Unggulan

 
           
         

7

 

Primer-Perkebunan:Cengkeh

 

Non Unggulan

 
           
         

8

 

Primer-Perkebunan:Jambu

 

Non Unggulan

 
   

Mete

     
           
         

9

 

Primer-Perkebunan:Lada

 

Non Unggulan

 
           

Deskripsi

Produksi Tahun Terakhir (2006) :

4,462.00 Ton

Produksi Tahun Terakhir (2006) :

2,394.00 Ton

Produksi Tahun Terakhir (2006) :

953.00 Ton

Produksi Tahun Terakhir (2006) :

8.00 Ton

Produksi Tahun Terakhir (2006) :

461.00 Ton

Produksi Tahun Terakhir (2006) :

17,562.00 Ton

Produksi Tahun Terakhir (2006) :

91.00 Ton

Produksi Tahun Terakhir (2006) :

9.00 Ton

Produksi Tahun Terakhir (2006) :

31.00 Ton

2.1.3        Kabupaten Aceh Singkil

 

Usia  Kabupaten  Aceh  Singkil  tergolong  muda.  Empat  tahun.  Kabupaten  ini  hasil

pemekaran Kabupaten Aceh Selatan. Sejak “melepaskan diri” dari kabupaten induk tahun 1999, Aceh Singkil berbenah diri. Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah kabupaten adalah pengeluaran untuk bidang transportasi.

1. Pembangunan

Pada realisasi pengeluaran pembangunan dalam anggaran 2000 yang hanya sembilan bulan terhitung bulan April sampai Desember pengeluaran untuk transportasi Rp 9,8 miliar. Jumlah ini merupakan pengeluaran terbesar dibandingkan dengan 20 jenis pengeluaran pembangunan lainnya. Nilainya setara dengan 38 persen dari seluruh pengeluaran pembangunan Rp 25,7 miliar. Dana untuk sektor transportasi antara lain untuk pembuatan marka jalan seperti rambu lalu lintas. Sampai dua tahun kemudian, transportasi masih menjadi perhatian pemerintah setempat. Jumlah pengeluaran sektor ini terbesar kedua setelah sektor aparatur pemerintah dan pengawasan. Pada anggaran tahun 2002, dengan pengeluaran pembangunan tidak kurang dari Rp 108 miliar, Aceh Singkil mengalokasikan Rp 20,7 miliar untuk transportasi. Nilai ini selisih sekitar Rp 3,2 miliar dari sektor aparatur pemerintah dan pengawasan, Rp 23,9 miliar.

2. letak geografis

Aceh Singkil berada pada 20.02’-30.0’ Lintang Utara dan 970.04’-980.12’ Bujur Timur. Sebagian besar jalan yang menghubungkan Singkil, ibu kota Aceh Singkil dengan Banda Aceh, ibu kota Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang berjarak 710 kilometer, sudah beraspal hotmix. Kondisi serupa dijumpai pada jalan yang menghubungkan Singkil dengan Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara. Melalui jalan yang lumayan halus itu, jarak tempuh kedua daerah ini sekitar 7 jam.

Berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah Selatan membuat kabupaten ini memiliki potensi perikanan dan kelautan. Perairan di Aceh Singkil merupakan sarang ikan, udang, rumput laut, dan terumbu karang. Salah satu daerah produsen ikan laut adalah Pulau Banyak. Rata-rata per tahun daerah ini menghasilkan 6.500 ton ikan laut. Sedangkan produk ikan laut seluruh kabupaten 17.400 ton. Hasil tangkapan para nelayan

ini antara lain dipasarkan ke Sibolga dan Medan. Ikan-ikan itu dikapalkan melalui Pelabuhan Balai dengan waktu tempuh sekitar 18 jam. Ikan dari Aceh Singkil itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan restoran atau warung-warung makan pada kedua kota di Provinsi Sumut itu.

3. Potensi Wilayah Aceh Singkil

Meskipun jauh dari pusat kendali pemerintahan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) di Banda Aceh, kami tidak ingin terkucil. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten didukung masyarakat Aceh Singkil, di era otonomi ini akan menggali optimal semua potensi daerah. Ini tidak muluk- muluk, karena Aceh Singkil memiliki potensi untuk itu, terutama sumber daya alam yang lumayan menjanjikan,” tegas Wakil Bupati Aceh Singkil Mu’adz Vohry dengan nada optimis, ketika ditemui Kompas di Singkil, kota kabupaten yang tepat berada di depan Samudera Indonesia.

Tekad untuk tidak terkucil dalam gerak pembangunan di NAD, wajar menjadi target masyarakat dan pelaksana pemerintahan di Aceh Singkil. Ada dua faktor yang dirasakan sebagai tantangan dalam membangun fisik, kemasyarakatan dan perekonomian daerah. Keduanya yakni, usianya yang baru empat tahun berdiri sebagai kabupaten, dan posisi geografis yang tidak terlalu menguntungkan. Aceh Singkil resmi menjadi kabupaten pada 27 April 1999. Berdasarkan Undang Undang Nomor 14 Tahun 1999, Aceh Singkil lepas dari induknya Kabupaten Aceh Selatan. Adapun letak geografis, wilayah Singkil persis di pantai barat Sumatera, sekitar 680 km dari kota Banda Aceh, ibu kota Provinsi NAD. Untuk koordinasi pembangunan ke pusat dan provinsi serta akses ekonomi, jalur transportasi yang ditempuh penuh tantangan. Karena hanya mengandalkan satu-satunya jalan darat atau harus memutar ke Medan sejauh 300-an kilometer, kemudian menggunakan penerbangan ke Banda Aceh atau Jakarta.

Beberapa faktor yang tidak menguntungkan ini, memberi inspirasi dan memotivasi masyarakat dan jajaran pemerintahan di daerah ini agar bisa secepatnya mandiri. Kemandirian Aceh Singkil diartikan secara konkret, yakni bagaimana bisa lepas dari bayang-bayang induknya Aceh Selatan, dan hidup dengan pendapatan sendiri. Dari kerangka itu, kita sepakat lima tahun pertama Aceh Singkil harus bangkit mengejar ketertinggalan dari kabupaten-kabupaten lain di NAD

Dari segi potensi alam yang dimiliki daerah kabupaten aceh singkil keinginan untuk mengejar ketertinggalan tersebut tidak sukar diwujudkan. Selain situasi keamanan yang relatif tenang tanpa konflik, Singkil memiliki potensi di sektor perkebunan dan perikanan yang lumayan besar.

Di sektor perkebunan misalnya, di daerah ini tercatat sekitar 22 perusahaan besar perkebunan, sebagian sudah menanam modalnya dan sebagian lagi masih mengantongi izin prinsip. Komoditas yang dikembangkan adalah kelapa sawit. Hingga kini sedikitnya hampir 200.000 hektar (ha) areal kebun kelapa sawit yang sudah produktif di Aceh Singkil.

Selain milik perusahaan besar, kebun sawit juga dimiliki rakyat (petani). Luas lahan kebun sawit milik rakyat ini mulai 5 ha hingga di atas 100 ha. Kepemilikan sawit rakyat tersebut semata-mata untuk mengurangi ekses, terutama menghindari kesenjangan dengan adanya perusahaan besar di daerah ini. Jadi, rakyat Singkil tak sekadar menonton, tapi juga ikut berkiprah dan memetik hasil langsung di sektor perkebunan, Tentang potensi perikanan di daerah kabupaten aceh singkil tidak terbantah lagi karena kabupaten ini memiliki wilayah perairan potensial. selama ini kekayaan perikanan tersebut dikuras oleh nelayan-nelayan asing. Justru itu agar dominasi nelayan asing bisa dihentikan, tengah diupayakan pembangunan industri perikanan terpadu skala besar yang akan memberdayakan sekitar 500 keluarga nelayan lokal.

Sektor perikanan Aceh Singkil, kini tampak memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Salah satu pemodal besar di Tanah Air sudah menyatakan kesediaan membangun industri perikanan terpadu di daerah ini.

4.   Pendapatan Daerah

Seperti telah dijelaskan diatas setelah bupati aceh singkil mencoba untuk pisah yang sebelumnya masih ketergantungan pada aceh pusat (NAD) yang bertujuan untuk mencoba mendapatkan penghasilan dari kemandirian masyarakat tanpa ada bantuan dari pemerintah pusat maupun NAD. Dimana dapat kita ketahui potensi-potensi didaerah kabupaten aceh singkil tersebut, pendapatan penghasilan bagi masyarakat adalah dominasi dari hasil pertanian yang berupa tanaman kelapa sawit, dan penangkapan ikan juga budidaya sekala rumah tangga. Namun sampai saat ini masih kurangnya pendapatan terutama dari sumberdaya perikanannya, karena masih kurangnya perhatian dari PEMDA

setempat. Sehinga penghasilan maupun pendapatan masyarakat kabupaten aceh singkil saat ini hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak lebih dari itu khusus para nelayan dan petani.

DAFTAR PUSTAKA

.2007. Tentang Aceh Singkil. didapat dari: http://www.acehsingkilkab.go.id (tanggal Akses 30 Agustus 2009).

.2005. Lampung Mengejar Ketertinggalan. Didapat dari: http://lampungpost.com/Lampung Mengejar Ketertinggalan.htm. (tanggal akses 7 Oktober 2009)

Badan Pusat Statistik Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Aceh. 2005. Dalam Angka . Banda Aceh.

Departemen   Pertanian   Direktorat   Jenderal   Perkebunan.   2007.   Statistik   Perkebunan

Indonesia. Jakarta

http://www. Wikipedia.com/ Kabupaten_Aceh_Timur.htm. (tanggal akses 9 oktober 2009)

Portal nasional. 2009. Profil Kepulauan Riau. Republik Indonesia. No 3. http://www.kepriprov.go.id. 9 Oktober 2009

PEMROGRAMAN CASIER MENGGUNAKAN TURBO C++

 Untuk membaca versi lengkapnya dengan gambar dan program mentahnya, silahkan download disini

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.  LATAR BELAKANG

C++ adalah bahasa pemrograman komputer C++ dikembangkan di Bell Labs (Bjarne Stroustrup) pada awal tahun 1970-an, Bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu BCL, Pada awalnya, bahasa tersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada sistem Unix, Pada perkembangannya, versi ANSI (American National Standart Institute) Bahasa pemrograman C menjadi versi dominan, Meskipun versi tersebut sekarang jarang dipakai dalam pengembangan sistem dan jaringan maupun untuk sistem embedded, Bjarne Stroustrup pada Bell labs pertama kali mengembangkan C++ pada awal 1980-an, Untuk mendukung fitur-fitur pada C++, dibangun efisiensi dan sistem support untuk pemrograman tingkat rendah (low level coding).[1] Pada C++ ditambahkan konsep-konsep baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti inheritance dan overloading.[rujukan?]Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).

Perbedaan Antara Bahasa pemrograman C dan C++ meskipun bahasa-bahasa tersebut menggunakan sintaks yang sama tetapi mereka memiliki perbedaan, C merupakan bahasa pemrograman prosedural, dimana penyelesaian suatu masalah dilakukan dengan membagi-bagi masalah tersebut kedalam su-submasalah yang lebih kecil, Selain itu, C++ merupakan bahasa pemrograman yang memiliki sifat Pemrograman berorientasi objek, Untuk menyelesaikan masalah, C++ melakukan langkah pertama dengan menjelaskan class-class yang merupakan anak class yang dibuat sebelumnya sebagai abstraksi dari object-object fisik, Class tersebut berisi keadaan object, anggota-anggotanya dan kemampuan dari objectnya, Setelah beberapa Class dibuat kemudian masalah dipecahkan dengan Class.

  1. TUJUAN MAKALAH

Adapun tujuan dari penyusunan makalah dengan judul ” Sistem Informasi Manufaktur ” adalah sebagai berikut :

  1. Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknik Pemrog. Terstruktur 2.
  2. Melatih mahasiswa untuk lebih aktif dan kreatif.
  3. Menambah wawasan dan pengetahuan tentang pemrograman c++ pada turbo c++.
  4. Sebagai jawaban dari permasalahan perhitungan dari counter HP yang penulis kelola sendiri.
  1. Metode Pengumpulan Data

Dari banyak metode penulisan yang telah ada, penulis menggunakan metodekepustakaan. Metode kepustakaan ini persifat praktis, efektif, efisien serta sangat mudah untuk mencari bahan dan data-data tentang topik ataupun materi yang kami gunakan dalam penulisan makalah ini.

D. Ruang Lingkup

Mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan yang penulis miliki maka ruang lingkup makalah ini difokuskan kepada pengertian sistem informasi manufaktur, penerapan dalam perusahaan, dan contoh dari aplikasi itu sendiri.

  1. E.  Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan pembahasan dalam penulisan makalah ini penulis menguraikan bab secara keseluruhan yang terdiri dari tiga bab yaitu sebagai berikut :

  1. BAB I              : PENDAHULUAN
  2. BAB II            : PEMBAHASAN
  3. BAB III          : PENUTUP

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. A.  Menginstall turbo c++

 

Sebelum kita memulai pembuatan program, kita harus pastikan apakah PC atau Laptop kita sudah terinstall turbo c++ atau belum. Jika belum, maka penulis akan memberitahukan kepada anda tentang cara penginstalan turbo c++.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

  1. DOWNLOAD KLIK FREE DOWNLOAD compiler Borland C++ 3.0 [RAR]
  2. Langkah awal setelah kamu download compiler Borland C++ 3.0 adalah MENGEKSTRAKNYA DALAM DRIVE:C:
    (INGAT SESUAIKAN DENGAN DRIVE KOMPUTER TEMPAT MENGINSTAL OS)
  3. Setelah selesai diekstrak, Lalu pilih : icon INSTALL seperti gambar yang dilinkari warna merah dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

  1. Kemudian akan tampik jendela C:\TURBOC~1\INSTALL.EXE, Tekan enter saja kalo ga mau ngartiin (dijamin aman koq)hehe
  2. Ketikan manual C, pada Drive:C anda untuk menginstall Pack Source C++,kemudian tekan enter
  3. Masukan Folder Source Path anda yang ada pada folder Turbo C yang ekstrak tadi (Tekan Enter langsung ajah aman lagi koq) hehe
  4. Langkah terakhir yaitu pilih menu “Start Installation” utuk mengekstrak Path-path yang ada dalam folder Turbo C tadi kedalam folder baru C:\TC

  5. Proses Instalasi selesai.

  6. B.  CARA MEMBUKA TURBO C++ YANG TELAH KITA INSTALL

Langkah-langkahnya adalah :

  1. Buka Command Prompt! biasa nya selalu diawali dengan folder C:\Documents and Setting\user_anda> ketikan CD.. ketiklah hingga layar command prompt mempunyai tulisan C:tc\bin\tc.exe lebih jelasnya lihat gambar di bawah:

2. Maka akan muncul seperti pada gambar dibawaj ini :

 


C. Pembuatan Program dan coding

 

Sebelum kita memulai pembuatan programnya, terlebih dahulu kita buka aplikasi turbo c++ yang ada di dekstop kita. Jika sudah kita buka, maka kita ketikan coding dibawah ini :

Penjelasan dan atau logika dari koding diatas :

 

#include <iostream.h>

#include <conio.h>

(ket : “#include digunakan pada program jika program tersebut melibatkan object cout dan cin.
#include , diperlukan jika dalam program terdapat suatu operator matematika ( +, -, : dan x ) atau perhitungan matematika, semisal penjumlahan, pengurangan, perkalian, dsb..
“)

void main (){

float disc=0.1; (“Memberikan jenis tipe data dan variabelnya, dimana variabel luas, jari_jari memiliki tipe data float. Yang dimana float itu sendiri digunakan untuk membulatkan bilangan”)

char nama[20]; (“Memberikan jenis tipe data dan variabelnya yakni nama sebagai character yang dibatasi panjangnya sebanyak 20”)

char kode[20]; (“Memberikan jenis tipe data dan variabelnya yakni kode sebagai character yang dibatasi panjangnya sebanyak 20”)

long harga_barang;

long jumlah_barang;

long total_harga;

long discount;

long harga_discount;

long uang_bayar;

long uang_kembali;

clrscr();(“Berfungsi untuk menghapus layar sebelumnya”)

cout<<”                  BLUE VECTOR”<<endl;(Mencetak “BLUE VECTOR”dan mencetak kebawah sebanyak 1enter)

cout<<”                ================”<<endl;(Mencetak “===================”dan mencetak kebawah sebanyak 1enter)

cout<<endl; (mencetak kebawah sebanyak 1enter)

cout<<“====================================”<<endl;(Mencetak “===================”dan mencetak kebawah sebanyak 1enter)

 

cout<<“Nama Barang : “;cin>>nama;(Mencetak “Nama Barang : ” dan menginputkan variabel nama)

cout<<“Kode Barang : “;cin>>kode; (Mencetak “Kode Barang : ” dan menginputkan variabel kode)

cout<<“Harga Barang : Rp.”;cin>>harga_barang; (Mencetak “Harga Barang :” dan menginputkan variabel harga_barang)

cout<<“Jumlah Barang : “;cin>>jumlah_barang; (Mencetak “Jumlah Barang :” dan menginputkan variabel jumlah_barang)

cout<<“====================================”<<endl; ;(Mencetak “===================”dan mencetak kebawah sebanyak 1enter)

cout<<endl; (mencetak kebawah sebanyak 1enter)

total_harga=harga_barang*jumlah_barang;(Mendeklarisakan dan memberikan keputusan terhadap variabel total_harga, yang dimana total harga itu sama dengan harga_barang dikalikan dengan jumlah_barang)

discount=total_harga*disc;(memberikan nilai kepada variabel discount yaitu discount sama dengan total harga dikalikan dengan disc, yang dimana disc itu dideklarasikan sebagai tipe datanta float yaitu 0.1(10%))

harga_discount=total_harga-disc; (memberikan nilai kepada variabel harga_discount yaitu harga_discount sama dengan total harga dikurangkan dengan disc, yang dimana disc itu dideklarasikan sebagai tipe datanta float yaitu 0.1(10%))

if(total_harga>=100000){(jika total_harganya lebih dari atau 10000 maka akan melakukan eksekusi selanjutnya dibawah ini 🙂

cout<<“====================================”<<endl;

cout<<“Total         : Rp.”<<total_harga<<endl;

cout<<“Discount      : Rp.”<<discount<<endl;

cout<<“Total Harga   : Rp.”<<harga_discount<<endl;

cout<<“=====================================”<<endl;

cout<<endl;

cout<<endl;

cout<<“PEMBAYARAN”<<endl;

cout<<“TUNAI   : Rp.”;cin>>uang_bayar;

cout<<“KEMBALI : Rp.”<<uang_bayar-harga_discount<<endl;

cout<<endl;

cout<<endl;

cout<<“========================”<<endl;

cout<<“>> THANKS FOR SHOPING <<“<<endl;

cout<<“========================”<<endl;

}

else

{

cout<<“Total         : Rp.”<<total_harga<<endl;

cout<<“Discount      : Rp. 0″<<endl;

cout<<“Total Harga   : Rp.”<<harga_discount<<endl;

cout<<“=====================================”<<endl;

cout<<endl;

cout<<“PEMBAYARAN”<<endl;

cout<<“TUNAI   : Rp.”;cin>>uang_bayar;

cout<<“KEMBALI : Rp.”<<uang_bayar-harga_discount<<endl;

cout<<endl;

cout<<endl;

cout<<“========================”<<endl;

cout<<“>> THANKS FOR SHOPING <<“<<endl;

cout<<“========================”<<endl;

}

getch();

}(“Untuk menahan, maksudnya adalah menahan sementara printah yang telah di berikan”)

  1. D.  Menjalankan program

 

Setelah kita mengetikan coding , maka kita akan muli mengcompilenya, yaitu dengan cara:

  Ø  Pilih compile pada menu bar, lalu pilih compile

  Ø  Atau cara cepatnya tekan Alt+F9

Setelah compile menyatakan success, maka akan muncul seperti pada gambar dibawah ini :

Setelah prosses compile berhasil, maka kita akan muli meruningnya dengan cara :

  Ø  Klik run pada menu bar, pilih run

  Ø  Atau untuk cara cepatnya kita tinggal mengetikan Ctrl+F9 secara bersamaan pada kyboard kita.

  1. E.  Output dari program

Setelah kita menjalankan program diatas, maka akan muncuk outpu seperti dibawah ini :

Disini kita yang menginputkan nama barangnya, kemudian kode barang, harga barang, dan juga jumlah barang kita inputkan sendiri. Ketentuannya adalah jika nilai atau total harga pembelanjaan mencapai lebih dari atausama dengan 100000 maka akan mendapatkan diskon 10%. Sedangkan tidak memenuhi kondisi diatas, maka akan  menghasilkan outpu seperti dibawah ini :